MATERI UAS KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

istilah wiraswasta yang sebelumnya lebih sering dipergunakan dari pada wirausaha adalah sebagai padanan kata entrepreuneur yang lebih mudah dipahami dengan menguraikan kata tersebut sebagai berikut,
            wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang,
            swa berarti sendiri,
            sta berarti berdiri,
            swasta berarti berdiri di atas kaki sendiri, atau dengan kata lain :
            berdiri di atas kemampuan sendiri. (Salim Siagian, Asfahani, 1995 : 4)

Devinisi Kepemimpinan

Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau sekelompok orang ke arah tercapainya suatu tujuan organisasi yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sebagi berikut :
1. Percaya diri
2. Bertekat baja
3. Penuh motivasi
4. Tegas (tidak plin-plan)
5. Karismatik
6. Antusias
7. Pemberani


Pentingnya Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

Perbedaan suatu wirausaha yang sukses dibanding dengan wirausaha yang gagal terletak pada dinamika dan efektifitas kepemimpinan. Karena pimpinan wirausaha merupakan unsur pokok dalam setiap perusahaan.

3 unsur utama yang tercangkup didalam kepemimpinan :
1.  Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerja sama dengan dia untuk memajukan perusahaan. Jadi wirausaha harus pandai merangkul dan melibatkan para karyawan dalam segala aktivitas perusahaan. Untuk melibatkan para karyawan ini kemungkinan pemimpin harus menggunakan berbagai cara misalnya memberi hadiah, memberi nasehat, memberi imbalan yang cukup kepada karyawan dan sebagainya

2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia.

3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu mempangaruhi karyawan untuk berperilaku dan bertindak untuk memajukan perusahaan. Seorang wirausaha juga harus dapat memberi contoh yang baik bagaimana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diperintahkan.


Sebab-sebab Munculnya Pemimpin

Ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: (Kartini Kartono, 1983: 29) :
1.     Teori Genetis, Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak lahir clan tidak dapat dibuat. Dia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.
2.    Teori Sosila, Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan dididik clan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat dikemudian hari. Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak.
3.  Teori Ekologis atau Sintetis, Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin. Kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan dorongan dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin.

Sifat-Sifat Pemimpin

Ordway Tead mengemukakan 10 sifat kepemimpinan sebagai  berikut : (Kartini Kartono 1983: 37)
1. Energi jasmaniah dan mental, Seorang pemimpin memiliki daya tahan keuletan, kekuatan yang luar biasa seperti tidak akan pernah habis. Demikian pula semangat, juga motivasi kerja, disiplin, kesabaran, daya tahan batin, kemauan yang luar biasa untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi.
2.    Kesadaran akan tujuan dan arah, la memiliki keyakinan teguh akan kebenaran dan kegunaan dalam mencapai tujuan yang terarah.
3.  Antusiasme, Dia yakin bahwa tujuan yang hendak dicapai akan memberikan harapan sukses dan membangkitkan semangat optimisme dalam bekerja.
4.     Keramahan dan kecintaan, Sifat ramah mempunyai kebaikan dalam mempengaruhi orang lain sehingga menimbulkan kasih sayang, simpati yang tulus, diikuti dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan perusahaan.
5. Integritas, Seorang pemimpin mempunyai perasaan sejiwa dan senasib sepenangungan dengan para karyawannya dalam menjalankan perusahaan. Integritas pribadi dan rumah tangga pemimpin merupakan tauladan yang dapat dicontoh oleh karyawannya.
6.   Penguasaan teknis, Agar pemimpin mempunyai wibawa terhadap bawahan maka dia harus menguasai sesuatu pengetahuan atau keterampilan teknis.
7. Ketegasan dalam mengambil keputusan, Dia harus memiliki kecerdasan dalam mengambil keputusan sehingga dia mampu meyakinkan bawahan, dan mendukung kebijakan yang telah diambil dalam pelaksanaannya.
8.  Kecerdasan, Seorang pemimpin harus mampu melihat dan memahami sebab dan akibat dari suatu gejala, cepat menemukan jalan keluar dan mengatasi kesulitan dengan cara yang efektif.
9.  Keterampilan mengajar, Seorang pemimpin atau wirausaha adalah seorang guru yang mampu mendidik, mengarahkan, memotivasi karyawannya untuk berbuat sesuatu yang menguntungkan perusahaan. Dia harus mengatur pelatihan-pelatihan, mengawasi pekerjaan rutin sehari-hari dan mengevaluasi pekerjaan karyawan.
10. Kepercayaan, Jika seorang pemimpin disenangi oleh bawahan maka akan muncul kepercayaan terhadap dirinya.

Keterampilan Kepemimpinan
1. Technical Skill, Suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang pemimpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar di mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan  yang dilakukan oleh karyawannya.
2.     Human Skill, Kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang lain.
3.  Conceptual Skill, Seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model keranga kerja dan konsep-konsep lain dalam memudahkan pekerjaan.

Power dalam Hubungan Bisnis

Dalam hubungan bisnis antara produsen dan distributor antara pimpinan dan karyawan ada berbagai bentuk power yang digunakan antara lain: (Philip Kotler, 1997: 152)
1.     Kekuasaan memaksa, Kekuasaan ini digunakan oleh produsen untuk memaksa distributor atau perantara agar dapat bekerja sama dengan baik.
2.     Kekuasaan penghargaan, Dalam hubungan ini ada penghargaan yang diberikan kepada para perantara atau pun karyawan oleh pihak pimpinan.
3.     Kakuasaan sah, Dalam hal ini ada semacam kontrak formal yang diikuti oleh perantara atau distributor.
4.     Kekuasaan ahli, Dalam hal ini pimpinan atau pun produsen memiliki keahlian tertentu yang diakui atau disegani oleh pihak lain.
5.     kekuasaan referen, Dalam hal ini produsen sangat dihormati oleh perantara dan perantara merasa bangga diajak kerjasama oleh produsen karena produsen ini memiliki wibawa dan nama balk yang cukup terkenal.

Ada 3 variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan:

Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan.

Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan.

Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu karyawan untuk berperilaku dan bertindak untuk memajukan perusahaan.

Menurut Andy Undap (1993), ada 15 sifat kepribadian yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yaitu:
1) Pendidikan umum yang luas;
2) Kematangan mental;
3) Sifat ingin tahu;
4) Kemampuan analitis;
 5) Memiliki daya ingat yang kuat;
 6) Integratif;
7) Keterampilan berkomunikasi;
8) Keterampilan mendidik;
9) Rasional dan objektif;
10) Pragmatisme, yaitu keputusan seorang wirausaha harus dibuat sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia; 11) Ada naluri prioritas;
12) Pandai mengatur waktu;
13) Kesederhanaan;
14) Sifat keberanian;
15) Mau mendengar.

Ada delapan tipe kepemimpinan menurut Kartini Kartono (1983), yaitu:
1) Tipe kharismatik;
2) Tipe Paternalistis dan Maternalistis;
3) Tipe Militeristis;
 4) Tipe Otokratis;
5) Tipe Laissez Faire;
6) Tipe Populistis;
7) Tipe Administratif; dan
 8) Tipe Demokratis.
Ada pula prinsip entrepeneurship yang diungkapakan oleh Khafidlul Ulum. Ada tujuh prinsip yang di berikan, di anataranya:
1.      Passion (semangat)
2.      Independent (mandiri)
3.      Marketing sensitivity (peka terhadap pasar)
4.      Creative and innovative (kreatif dan inivatif)
5.      Calculate risk taker (mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
6.      Persistent (pantang menyerah)
7.      High ethical standard (berdasar standar etika)
Dengan demikian, kita tahu dengan pasti bahwa kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang wirausaha. Dengan kepemimpinan, seorang wirausaha akan mampu mengendalikan, mengatur, dan memonitor kinerja para karyawannya. Selain itu, dengan kepemimpinan, kekompakan kerja dan perilaku antara pemimpin dan bawahannya akan semakin erat. Hal-hal tersebut secara tidak langsung akan mempercepat kesuksesan dalam bisnis wirausaha tersebut.

Startegi memilih jenis Usaha
Pertama, analisalah minat dan pengalaman anda sendiri selama ini. Apa bekal pendidikan formal dan non formal anda? Apa hobi dan kesukaan anda? Apa latar kesenangan anda terhadap usaha yang hendak anda pilih?
1. Menyukai bisnis yang dipilih
Anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan Anda. Karena kalau sudah suka, Anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.
Jangan pernah meremehkan kata bahagia dalam bisnis??! Anda harus merasa bahagia dengan bisnis Anda jika menginginkan usaha itu sukses. Mengapa? Karena dengan melakukan pekerjaan yang disenangi, Anda akan:
- melakukan pekerjaan yang lebih baik kepada para pelanggan
- merasa lebih senang, serta
- mendapat lebih banyak pendapatan karena pelanggan yang dihubungi akan membeli lebih banyak
2. Keahlian yang paling dikuasai
Dengan mencoba membuka usaha yang memang sudah Anda kuasai bidangnya. Walaupun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin Anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan.
Keahlian tidak harus selalu berhubungan dengan bakat dan hobby seperti menjahit, memasak, melukis, atau menyanyi.
Sesuatu pekerjaan yang kita ketahui seluk beluknya dan terbiasa melakukannya bisa dianggap sebagai keahlian kita. Misalnya jika Anda adalah seorang agen asuransi, broker property, atau seorang account executive, maka Anda mungkin ahli dalam berkomunikasi dengan orang lain dan tidak sulit bagi Anda untuk memasarkan sesuatu karena sudah terbiasa melakukannya. Temukanlah sesuatu dalam pekerjaan sehari–hari Anda yang sangat Anda kuasai, dan lihatlah apakah keahlian Anda dapat mendukung bisnis pilihan Anda.
3. Pilihan situasi kerja yang disukai
Setiap jenis usaha mempunyai situasi kerja yang berlainan yang menjadi dasar berjalannya bisnis tersebut. Untuk memilih yang cocok dengan Ada maka carilah situasi kerja bisnis yang sesuai dengan karakter Anda. Jika Anda lebih menyukai bekerja sendirian, pilih usaha yang membuat Anda jarang bertemu dengan orang lain.
Usaha seperti ini memberi kebebasan pribadi lebih leluasa. Bila Anda lebih menyukai tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan, pilihlah usaha yang tidak mengharuskan meninggalkan rumah. Anda dapat aktif bekerjasama dengan para pelanggan, jika Anda mau. Tapi bila Anda menyukai bekerja di luar rumah, pilihlah usaha yang memungkinkan Anda pergi ke tempat kerja yang berbeda-beda
4. Telusuri kemana uang Anda pergi
Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang Anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka Anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya.
Coba lihat bahwa Anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah Anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana Anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.
5. searching / mencari peluang usaha
Rajin-rajinlah mengikuti berita tentang kesempatan berwiraswasta. Simaklah segala bentuk iklan, yang memungkinkan usaha berwiraswasta. Gampangnya, ikuti saja iklan kecik,dan jasa, kursus, lowongan pekerjaan, iklan tentang rumah makan, pameran dagang dan lainnya
Bersilaturrahmi, hal ini sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam, apalagi dalam urusan mencari rezeki, hanya tentu saja niatnya harus karena Allah, bukan semata-mata berniat untuk urusan yang lain. Bersilaturrahmi bisa dilakukan dengan teman-teman atau kenalan baru Anda, dengan saudara, atau dengan siapa saja, apalagi jika mereka orang-oragng yang bergerak dalam dunia usaha. Ungkapkan kepada mereka mengenai keinginan Anda untuk mencari produk atau usaha tertentu
Sebelum menentukan salah satu jenis usaha yang paling tepat, maka lakukan analisis terhadap daftar usaha tersebut, untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih.
• Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor usaha tersebut merupakan salah satu dari keinginan Anda. Beri urutan, dan usaha yang paling Anda minati letakkan di urutan paling atas.
• Analisa Modal Usaha. Berapa besar modal yang diperlukan untuk usaha tersebut. Berapa modal yang Anda miliki, atau berapa modal dari sumber lain.
• Analisa Keuntungan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut berkaitan dengan seberapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah memilih usaha lain atau menambahkan jenis usaha yang lain.
• Analisa prospek. Pelajari keadaan jenis usaha tersebut saat ini dan untuk masa yang akan datang. Dari sekian daftar usaha, mana yang memberikan prospek terbaik.
Sebelum mengambil keputusan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada orang-orang yang telah berpengalaman, serta mintalah pendapatnya mana kira-kira usaha yang paling tepat dan sesuai bagi Anda beserta alasannya.


WIRAUSAHA YANG BERHASIL
            Wirausaha yang berhasil seperti ciri-ciri di atas, tentunya tidak langsung melakukan hal-hal tersebut, akan tetapi melalui proses pengembangan dirinya sendiri. Sebelum mampu melakukan hal-hal di atas, tentulah sudah melalui proses panjang dengan serangkaian pengalaman dan praktek-praktek bisnis yang dilakukan. Kegagalan-kegagalan mengelola suatu kegiatan bisnis bukan tidak pernah terjadi, pada suatu saat menjumpai kegagalan sebenarnya aspek pengenalan diri belum sepenuhnya diketahui dan disadari.
            Adapun cara mengenal diri sendiri dapat dilakukan dengan kemauan diri sendiri untuk :
  1. Menemukan kebenaran tentang dirinya, yang diperoleh melaui penyadaran pengalaman-pengalaman dan kejujuran terhadap dirinya.
  2. Dengan berbekal kebenaran merupakan awal untuk mengembangkan jati diri secara tepat.
  3. Pengenalan diri sebagai modal awal untuk dapat mengidentifikasi dan mengenali lingkungan, mengindera peluang-peluang bisnis dan mendayagunakan sumber-sumber daya lingkungan perusahaan, dalam batas risiko yang tertanggungkan untuk memperoleh nilai tambah.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman diri sendiri atau mau belajar dari sebuah pelajaran tentang keberhasilan maupun kegagalan prestasi dan karier, maka wirausahawan yang berhasil mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Luwes dan kreatif dalam pemikiran,
  2. Mampu merencanakan, mengambil risiko, mengambil keputusan dan mengambil tindakan,
  3. Bersedia bekerja dalam keadaan konflik, perubahan dan keragu-raguan,
  4. Melakukan analisis diri sendiri dengan lingkungan,
  5. Mampu menyusun prioritas dalam sasaran-sasaran prestasi,
  6. Bersedia menawarkan sesuatu yang berguna bagi orang lain,
  7. Bersedia menciptakan kebutuhan lingkungan terhadap produk dan jasa. (Salim Siagian, Asfahani, ibid., 79)

UNSUR-UNSUR WIRAUSAHA
            Dari berbagai ciri wirausahawan yang berhasil seperti di atas, terdapat beberapa unsur yang sangat mempengaruhi wirausaha dan terkait satu dengan lainnya, bersinergi dan tidak terlepas satu sama lain, yakni :
  1. Unsur daya pikir (kognitif)
  2. Unsur ketrampilan (psikomotorik)
  3. Unsur sikap mental (afektif) dan
  4. Unsur kewaspadaan (intuitif). (Soesarsono, 1996, atau baca : Hisyam Zaeni dkk., 2002 : 79)

  1. Unsur Daya Pikir
Daya pikir, pengetahuan, kepandaian, intelektual atau kognitif mencirikan tingkat penalaran, taraf pemikiran yang dimiliki seseorang. Daya pikir adalah juga sumber dan awal kelahiran kreasi dan temuan baru serta yang terpenting adalah sebagai ujung tombak kemajuan suatu komunitas/umat. Bila dikaitkan dengan landasan tertinggi secara transendental (al Qur’an), pemikiran yang mampu membangkitkan prestasi, tidak dikecualikan bagi masyarakat manapun. (Simak al Qur’an, al Ra’d (13) : 11), bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Ayat ini bersifat umum, yakni siapa saja dapat mencapai kemajuan dan kejayaan bila mereka telah mengubah sebab-sebab kemunduran agar bangkit menjadi masyarakat  maju.

  1. Unsur Ketrampilan
Mengandalkan berpikir saja belum tentu cukup untuk dapat mewujudkan suatu karya nyata. Sebuah karya hanya bisa terwujud jika ada tindakan. Ketrampilan merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja, dan dari hasil kerja baru dapat diwujudkan suatu karya, baik berupa produk maupun jasa. Ketrampilan dibutuhkan oleh siapa saja, termasuk kalangan profesional.
Islam memberikan perhatian besar bagi pentingnya penguasaan keahlian atau ketrampilan. Penguasaan ketrampilan yang serba material ini juga merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh setiap muslim dalam rangka melaksanakan tugas dan kewajibannya selaku khalifah fil ardh.
Dalam kerangka bisnis, ilmu kehidupan/ketrampilan yang dibutuhkan adalah segala hal yang menunjang keberhasilan bisnis, antara lain ketrampilan dalam mengelola keuangan (manajemen keuangan), ketrampilan atau keahlian memasarkan hasil produksi (manajemen pemasaran). Dengan demikian penguasaan ketrampilan tidak saja menjadi unsur penting wiraswasta, namun lebih dari itu, ia menjadi suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagian dari umat apabila ilmu-ilmu tersebut dinilai sangat dibutuhkan, seperti rekayasa industri, pertukangan dan ketrampilan berproduksi lainnya.

  1. Unsur Sikap Mental
Daya pikir dan ketrampilan saja belum cukup menjamin kesuksesan dalam berkarya. Sukses hanya dapat diraih jika terjadi sinergi antara pemikiran, ketrampilan dan sikap mental maju. Sikap mental maju inilah yang dalam banyak hal justru menjadi penentu keberhasilan seseorang. Jika dicermati, banyak pengusaha besar sukses hanya berlatar belakang pendidikan sekolah menengah dan bahkan ada juga yang hanya lulusan SD, namun mereka melakukan pendewasaan keilmuan secara mandiri atau otodidak . Berikut adalah sejumlah sikap mental maju yang didorong oleh daya pikir :
-          sigap, cekatan, langsung dikerjakan
-          tanggap dan aktif
-          rajin, telaten dan tekun
-          kerja lebih
-          jujur dan bertanggungjawab
-          disiplin
-          teliti, kerja terbaik dengan zero mistake
-          berjiwa besar dan bersikap wira. (MIY dan MKW, 2002 : 43)

  1. Unsur Intuitif
Jika ditelusiri lebih jauh, sebenarnya ada unsur lain di samping pemikiran dan ketrampilan serta sikap mental yang juga menentukan keberhasilan seseorang dalam berkarya, tidak lain adalah intuisi atau kewaspadaan. Intuisi yang juga dikenal sebagai feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit digambarkan, namun acapkali menjadi kenyataan jika dirasakan serta diyakini benar kemudian diusahakan. Intuisi dapat dinilai sebagai bagian lanjutan dari pemikiran dan sikap mental maju yang telah dimiliki seorang wirausahawan.

MOTIVASI BERPRESTASI
            Suatu kegiatan usaha selalu diartikan sebagai aktifitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, maka bekerja dan berusaha adalah sesuatu yang sangat lumrah. Lumrah, karena tidak ada seorang pun dalam pencapaian tujuannya tanpa diikuti dengan usaha. Yang cukup penting untuk dicermati, bagaimana seseorang dapat menampilkan usaha terbaik dengan prestasi optimal ? Ada dua hal pokok yang harus dipenuhi seorang wirausahawan untuk berprestasi optimal, yakni :
  1. Kemampuan untuk berprestasi
Kemampuan dalam suatu bidang, hanya bisa dimiliki oleh seseorang apabila ia menguasai cara, prosedur dan teknik pengerjaan bidang yang ia tekuni. Seorang pengusaha dianggap berkemampuan apabila ia menguasai bagaimana cara merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengarahkan (kepada anak buah) dan mengendalikan bidang usaha yang dijalani. Untuk bisa menguasai cara kerja ini, seorang pengusaha haris memiliki bakat dalam bentuk kecerdasan yang mencakupi dan penambahan pengetahuan serta ketrampilan yang didapat melalui pendidikan, latihan atau pengalaman kerja.
  1. Kemauan untuk berprestasi
Kemauan untuk berprestasi sering juga disebut sebagai motivasi untuk berprestasi. Secara etimologis, motivasi berasal dari kata motive yang dapat diartikan sebagai dorongan yang ada  pada diri seseorang untuk bertingkah laku mencapai suatu tujuan tertentu. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja seseorang adalah :
-          Pengaruh lingkungan fisik, setiap pengusaha tentu menghendaki lingkungan fisik yang baik untuk bekerja. Pada umumnya hal ini menyangkut masalah sarana dan prasarana penunjang kelancaran usaha. Kantor/tempat kerja yang memadai, gudang penyimpanan barang yang cukup luas, sarana pengangkutan yang mudah, adalah sebagian dari penunjang kelancaran usaha tersebut.
-          Pengaruh lingkungan sosial, lingkungan sosial juga memberi pengaruh terhadap kemauan bekerja seseorang. Yang dimaksud dengan lingkungan sosial di sini adalah segala sesuatu yang mempunyai kaitan langsung dengan proses sosialisasi di bidang usaha, misalnya : semua peraturan/kebijakan pemerintah di bidang usaha, sikap dan cara kerja pejabat pemerintah dalam menangani perizinan dan surat-surat resmi, pesaing/rival dalam bisnis, rekanan dan bahkan tanggapan masyarakat maupun keluarga terhadap pilihan kerja pengusaha.
-          Pengaruh kebutuhan pribadi, lingkungan fisik dan sosial memberi pengaruh terhadap motivasi kerja seseorang, di samping itu kebutuhan/keinginan pribadi yang memang harus ada pada diri seseorang juga berpengaruh kuat terhadap sinergi wirausaha.

CATATAN AKHIR
            Dalam berwirausaha tidak akan lepas dari ketersinggungan dengan masyarakat secara luas, oleh karena itu nilai-nilai moral, etika atau akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan dan khususnya dunia bisnis. Di samping etika, faktor terpenting keberhasilan usaha adalah koneksi dan jaringan usaha. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil bahkan untuk memulai usaha sendiri saja, banyak tantangan menghadang. Tantangan internal berupa semangat atau etos wirausaha, juga pengembangan kepribadian wirausaha seperti kreasi, inovasi dan negosiasi. Di samping tantangan internal, terdapat juga tantangan eksternal berupa iklim yang kurang kondusif bagi berkembangnya wirausaha. Ketika praktek  bisnis tak lagi mengenal etika, wirausahawan yang ingin konsisten memegang pakem syari’ah harus berhadapan dengan tantangan yang berat.
            Sebagai wirausahawan yang handal, tentunya tantangan dalam bentuk apa pun harus dapat diatasi dengan penuh percaya diri, dan akan lebih baik jika hal-hal sebagaimana tersebut di bawah ini sudah menjadi pola pikir/prinsip dalam eksistensinya sebagai wirausahawan, yaitu :
-          penuh perhitungan dan tidak terpaku pada faktor kekuatan saja, sedangkan yang sangat sensitif justru dilupakan.
-          Tidak meremehkan faktor tantangan, betapapun kecilnya.
-          Tidak berlebihan memperhatikan kelemahan,
-          Tidak meletakkan kereta di depan kuda, artinya tidak mengerjakan sesuatu kecuali setelah malalui tahapan strategic planning.-

by jasa fotografer bogor

0 Response to "MATERI UAS KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAAN"

Artikel Terbaru

Google+ Followers

Creating Pro - Video Shooting & Foto Wedding

Creating Pro - Video Shooting & Foto Wedding
Jasa Video Shooting dan Fotografer Wedding murah di jakarta, untuk berbagai acara misalnya: Pernikahan, prewedding, ulang tahun, famili gathering, seminar, outbond, rapat, workshop dan acara lainnya yang membutuhkan documentasi.